Sabtu, 26 April 2014

I Love you-"ayah"

ketika aku malai dibimbangkan untuk membedakan antara suara hati dan nafsu. hidup itu penuh pilihan. namun tak jarang aku dilema ktika pilihan yang berdampak pada pengaruh kehidupanku. dengan menyebut nama Tuhanku, ku beranikan mengambil sebuah keputusasn yang mungkin mengagetkan banyak orang. tapi aku lebih tau permasalahanku ketimbang orang-orang diseklilingku.
ayah, hanya dialah saat ini orang tua yang kumiliki. dia slalu diam untuk menahan rasa sakit yang ia derita itu karna dia tak mau membuatku bingung dan sedih. namun justru aku lebih sedih ktika ku tahu kanker ganas merajalela didalam tubuhnya. jujur saja aku sangat belum siap untuk kehilanganya. aku yang telah selesai duduk di bangku sma, terkesan hanya pengangguran, kuliahku brantakan karna aku tak memilki waktu banyak utuk keluar rumah, aku selalu menghawatirkan keadaan ayahku. aku memutuskan berhenti kuliah dan menghabiskan hari-hariku bersama ayah. hampir stiap hari aku selalu dirumah dan jadi bahan gosip murahn tetangga karna aku tak memiliki pekerjaan atau hanya diam dirumah.  aku mulai menutup telingaku, aku tak perduli apa kata dunia. yang aku tau aku tengah berusaha untuk menjadi anak yang berbakti. aku mulai menutup mata dari gemerlapnya dunia. aku lebih suka membisu daripada membahas hal yang tiada guna. terkesan sangat egois memang. tapi karna aku harus melakukan tanggung jawabku, demi menjadi anak yang berbakti kepada orangtuaku. biarlah semua orang berfikir aku tertidur dari mimpi-mimpiku, dan aku sangat yakin Tuhan sedang mempersiapkan kejutan yang istimewa untuk masadepanku.


"yuzrreel" paman depy